Fenomena Bediding Melanda Jateng, BMKG: Tanda Puncak Kemarau Telah Tiba

Jumat, 11 Juli 2025 – 09:14 WIB
Fenomena Bediding Melanda Jateng, BMKG: Tanda Puncak Kemarau Telah Tiba - JPNN.com Jateng
Pemandangan Kota Semarang dari titik pendakian Gunung Ungaran via Perantunan, Bandungan, Kabupaten Semarang. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Suhu udara dingin yang belakangan dirasakan masyarakat Jawa Tengah (Jateng) bukan tanpa sebab.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini sebagai bagian dari puncak musim kemarau yang dipicu oleh menguatnya monsun Australia.

"Kalau di Jawa Tengah biasa disebut bediding, hawa dingin ini terjadi karena masa udara kering dari monsun Australia mulai menguat," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto kepada JPNN.com, Jumat (11/7).

Menurut Giyarto, massa udara yang dibawa monsun Australia cenderung kering dan dingin. Meskipun cuaca siang tampak cerah, suhu udara terasa dingin karena tidak ada uap air yang cukup untuk menahan panas di atmosfer.

"Dibuktikan dengan titik embun yang cukup rendah, berkisar 15 sampai 17 derajat. Artinya, kelembapan sangat rendah sehingga udara terasa kering dan dingin," ujarnya.

Dia menjelaskan kondisi tersebut merupakan hal yang normal saat puncak musim kemarau. Ada beberapa fenomena lanjutan yang perlu diperhatikan masyarakat. Salah satunya adalah kabut pagi. Termasuk embun upas yang kerap muncul di wilayah dataran tinggi Dieng.

“Kondisi ini akan berlangsung setidaknya dari dasarian awal Juli hingga Agustus. Di sejumlah wilayah seperti Solo Raya, puncak kemarau biasanya terjadi pada Agustus,” ujar Giyarto.

Meski sedang kemarau, bukan berarti hujan tak mungkin turun. Giyarto menyebut potensi hujan tetap ada di beberapa wilayah, terutama karena dinamika cuaca lokal.

Fenomena ini sebagai bagian dari puncak musim kemarau yang dipicu oleh menguatnya monsun Australia.
Facebook JPNN.com Jateng Twitter JPNN.com Jateng Pinterest JPNN.com Jateng Linkedin JPNN.com Jateng Flipboard JPNN.com Jateng Line JPNN.com Jateng JPNN.com Jateng
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia