Damkar Sesalkan Petugas SPBU Sriwijaya Tak Sigap Padamkan Motor dengan APAR
Rianung juga menyoroti anggapan bahwa pengadaan APAR mahal. Menurutnya, biaya alat jauh lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kebakaran.
“Harga APAR sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Isi ulangnya pun relatif murah, sekitar Rp60 ribu per kilogram. Yang mahal itu kerugian akibat kebakaran, bukan alatnya,” katanya.
Pihaknya terus mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, termasuk sejak usia dini. “Fokus utama kami sebenarnya pencegahan, bukan pemadaman,” ujarnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Tengah dan DIY Taufik Kurniawan telah mengambil langkah cepat menyikapi insiden tersebut.
Dia mengatakan SPBU Sriwijaya ditutup sementara selama dua hari untuk pembekalan dan pembinaan terhadap operator, khususnya terkait aspek keselamatan (HSSE) dan peningkatan respons cepat dalam penanganan kebakaran pada fase krusial (golden time).
“Penutupan ini juga untuk perbaikan sarana dan prasarana, baik dari sisi keselamatan maupun fasilitas lain yang perlu dibenahi,” ujarnya.
Selama penutupan, masyarakat diarahkan untuk mengisi bahan bakar di SPBU terdekat, yakni SPBU Veteran dan SPBU Coco Ahmad Yani dengan jaminan ketersediaan stok BBM dalam kondisi aman.
Taufik mengungkapkan bahwa telah memediasi dengan pemilik Yamaha F1Z R. Menurutnya, kebakaran diduga dipicu oleh masalah pada kendaraan.
APAR tak segera dipakai, Damkar menyesalkan petugas SPBU Sriwijaya saat Yamaha F1Z R terbakar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News