Pupuk Indonesia Bukukan Laba Rp 8,51 T Semester I 2026, Naik 253 Persen
Dari sisi tata kelola, transformasi perusahaan diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang menjadi landasan peningkatan efisiensi operasional.
Sejalan dengan agenda tersebut, Pupuk Indonesia juga menargetkan revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun mendatang. Langkah ini mengikuti arahan Danantara untuk mengoptimalkan portofolio aset BUMN agar lebih produktif dan memberikan nilai tambah.
Selain itu, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi pengembangan bisnis, antara lain ekspansi portofolio produk melalui pengembangan metanol beserta turunannya, bisnis clean ammonia, serta sektor industrial support.
Transformasi yang dijalankan perusahaan juga berdampak pada peningkatan layanan kepada petani. Sepanjang 2025, Pupuk Indonesia menyalurkan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi atau meningkat 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut didukung implementasi sistem i-Pubers yang mempercepat proses penebusan pupuk, serta penerapan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang menyederhanakan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi sehingga distribusi menjadi lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran.
Hingga 12 Juli 2026, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 5,13 juta ton pupuk bersubsidi atau sekitar 52 persen dari total alokasi pemerintah sebesar 9,8 juta ton.
“Sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara, semua perubahan struktural ini bermuara pada satu hal, pupuk yang terjangkau dan lebih cepat sampai ke petani, dengan cost yang lebih sehat bagi negara serta menjaga ketahanan pangan,” kata Rahmad.
Di bidang operasional, Pupuk Indonesia terus mengedepankan efisiensi dan optimalisasi aset sebagai strategi menjaga daya saing jangka panjang. Dengan kapasitas produksi nasional sekitar 14,8 juta ton per tahun, perusahaan menyatakan mampu memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri sekaligus memanfaatkan peluang pasar global tanpa mengganggu pasokan bagi petani.
Naik 253 persen, Pupuk Indonesia membukukan laba Rp 8,51 triliun semester I 2026.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News