Macan Kumbang ke Permukiman Lereng Gunung Prau, BKSDA: Kurus, Kaki Terluka

Sabtu, 15 Agustus 2026 – 13:40 WIB
Macan Kumbang ke Permukiman Lereng Gunung Prau, BKSDA: Kurus, Kaki Terluka - JPNN.com Jateng
Seekor macan kumbang dengan nama latin Panthera pardus melas memasuki permukiman di lereng Gunung Prau, Kabupaten Batang. FOTO: BKSDA Jateng.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) masih mengobservasi kondisi macan kumbang yang masuk ke permukiman di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Macan kumbang itu muncul di permukiman warga lereng Gunung Prau, Rabu (12/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Satwa dilindungi tersebut, juga sempat memangsa ayam dan marmot milik warga.

Kepala BKSDA Jateng Dyah Sulistyari mengatakan penanganan satwa dengan nama latin Panthera pardus melas itu dievakuasi dalam kondisi kakinya terluka.

“Masih dilakukan observasi kesehatan. Karena kondisinya ada luka di kaki kanan depan, luka basah, tetapi bukan luka baru. Jadi perlu penanganan intensif,” kata Dyah, Sabtu (15/8).

Dia menyebut usia macan kumbang liar jantan dengan berat 25 kilogram tersebut diperkirakan 10 tahun.

“Sudah dewasa, tetapi hitungannya kurus, makanya perlu penanganan,” ujarnya.

Dyah mengungkap kemunculan macan kumbang di Batang bukan kali pertama. Laporan masyarakat menyebutkan bahwa sempat melihat keberadaan macan kumbang beberapa kali.

“Kalau masuk kampung baru pertama, tetapi orang cocok tanam lihat (macan kumbang, red) banyak laporannya,” tuturnya.

Terungkap kondisi macan kumbang yang masuk permukiman warga di lereng Gunung Prau dalam kondisi kurus dan kaki terluka.
Facebook JPNN.com Jateng Twitter JPNN.com Jateng Pinterest JPNN.com Jateng Linkedin JPNN.com Jateng Flipboard JPNN.com Jateng Line JPNN.com Jateng JPNN.com Jateng
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News