Polisi Ungkap Kondisi Terkini Remaja Jepara yang Merencanakan Serangan di Sekolah
Dia mengingatkan orang tua agar tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga aktif berdiskusi dengan anak mengenai konten yang mereka konsumsi di internet.
“Jangan hanya membatasi gawai, tetapi diskusikan konten yang ditemukan,” katanya.
Saat ini, lanjut Yuliyanto, Densus 88 Antiteror Polri bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memantau berbagai grup, akun, dan pola penyebaran paham kekerasan yang menyasar kalangan anak dan remaja.
Dalam penanganan kasus anak yang terpapar paham radikal maupun ideologi kekerasan, kepolisian mengedepankan pendekatan rehabilitatif dibandingkan langkah penegakan hukum.
“Bagi anak yang terpapar, diutamakan pendekatan non-penegakan hukum berupa pendampingan, rehabilitasi, dan reintegrasi, bukan sekadar hukuman,” tegasnya. (jpnn)
Remaja 14 tahun asal Jepara yang sempat merencanakan serangan di sekolah kini berangsur pulih setelah menjalani pembinaan dan pendampingan sejak 2025.
Redaktur & Reporter : Danang Diska Atmaja
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News