6.500 Eks Anggota JI Berkumpul di Solo, Ini Pesan Kapolri
jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 6.500 eks anggota Jemaah Islamiyah (JI) dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur berkumpul di Silaturahmi Akbar Garda Satya NKRI di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (30/8).
Garda Satya NKRI yang merupakan wadah para mantan anggota JI ini dipimpin oleh Para Wijayanto.
Silaturahmi sekaligus tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia ini adalah bentuk implementasi road map sistematis lima tahun yang disusun oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri setelah deklarasi pembubaran JI pada 30 Juni 2024 lalu.
Kepala Densus 88 AT Polri Irjen Pol Sentot Prasetyo menyebut komitmen penuh kepolisian dalam mengawal proses reintegrasi sosial para mantan anggota JI agar kembali setia pada ideologi Pancasila.
“Hingga saat ini, sebanyak 7.942 eks anggota di 28 provinsi telah aktif mengikuti program pembinaan dan 19 pelatihan kemandirian ekonomi yang difasilitasi oleh Polri bersama kementerian terkait,” katanya.
Mantan Amir JI Para Wijayanto menyampaikan keputusan untuk membubarkan JI dan kembali ke NKRI bukan dilakukan karena tekanan, melainkan melalui proses perubahan dan musyawarah di internal organisasi.
Menurutnya, keputusan itu juga diikuti keinginan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia.
“Kami bisa berubah, membubarkan diri dengan sukarela berdasarkan musyawarah-musyawarah mufakat dan kembali ke NKRI,” ujar Wijayanto.
Silaturahmi Akbar Garda Satya NKRI ini menjadi ruang 6.500 eks anggota JI berkumpul di Solo.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News