Semarang Disebut Terdampak Abu Vulkanis Gunung Anak Krakatau, BMKG: Masih Negatif
jateng.jpnn.com, SEMARANG - Abu vulkanis erupsi Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia.
Kota Semarang, dalam unggahan akun media sosial (medsos) Instagram @informasiseputarsemarang disebut dalam wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik gunung berapi di Selat Sunda tersebut.
Akun medsos tersebut juga menyertakan takarir peringatan darurat yang menyebutkan pantauan zona merah abu vulkanis Gunung Anak Krakatau sudah sampai Kota Padang dan Semarang per 07.00 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah informasi tersebut.
“Hasil wilayah Semarang masih negatif,” kata Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Gempita Icky Dzikrillah dikonfirmasi JPNN.com, Minggu (6/9).
Icky mengatakan berdasarkan informasi terbaru, wilayah yang positif terjadi abu vulkanis, yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, Banten, Bandara Internasional Radin Inten II lampung, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Budiarto Tangerang.
“Pengamatan paper test akan terus dilakukan untuk memutakhirkan kondisi terkini,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi pada Jumat (4/9) malam.
Jangan panik, BMKG membantah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah sampai ke Kota Semarang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News