BYD M6 DM Masuk Jateng, Bidik Keluarga yang Butuh Mobil Fleksibel
jateng.jpnn.com, SEMARANG - BYD memperluas pilihan kendaraan energi baru di Jawa Tengah dengan memperkenalkan BYD M6 DM dalam ajang GIIAS Semarang 2026, Rabu (30/9).
Kehadiran M6 DM menyasar konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas mesin konvensional untuk perjalanan jarak jauh.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan karakter pasar Indonesia membuat kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi tidak bisa diseragamkan.
Baca Juga:
Menurut dia, sebagian besar pasar kendaraan penumpang Indonesia masih menggunakan mobil berbahan bakar bensin. Karena itu, transisi menuju kendaraan energi baru membutuhkan pilihan teknologi yang sesuai dengan pola mobilitas masyarakat.
“Teknologi saja tidak cukup untuk menjawab semua kebutuhan. Karena itu kami membangun ekosistem melalui dua teknologi, yakni EV dan DM,” kata Luther saat ditemui di GIIAS Semarang 2026.
Hingga Agustus 2026, BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 40.600 unit kendaraan listrik. Angka tersebut diklaim setara dengan sekitar 37 persen pangsa pasar kendaraan energi baru atau NEV nasional yang telah mencapai lebih dari 110 ribu unit.
Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang ikut menopang pertumbuhan tersebut.
Luther menyebut lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah telah menggunakan kendaraan BYD. Kontribusinya juga disebut mencapai sekitar 37 persen dari total pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.
BYD memperluas pilihan kendaraan energi baru di Jawa Tengah dengan memperkenalkan BYD M6 DM dalam ajang GIIAS Semarang 2026, Rabu (30/9).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News