Roadshow Nexus Way Dimulai dari UNS, Bahas Strategi Hadapi Krisis Komunikasi
Dia mengatakan pengalaman praktis yang dibagikan dalam buku dapat membantu mahasiswa memahami bahwa praktik PR tidak selalu berjalan berdasarkan formula yang tersedia di ruang kelas.
Dalam menghadapi persoalan nyata, praktisi dituntut mampu beradaptasi sekaligus membangun resiliensi.
“Dibutuhkan kemampuan atau kapasitas untuk resilience, dan itu ditulis di buku ini,” katanya.
Perbedaan antara teori dan praktik menjadi salah satu pembahasan penting dalam Book Review Nexus Way. Di lingkungan akademik, strategi dapat dijelaskan melalui konsep, variabel, maupun ukuran tertentu. Sementara dalam praktik profesional, strategi harus diterapkan dalam situasi dinamis dengan berbagai faktor yang dapat berubah.
Andre mengatakan praktisi komunikasi tidak hanya dituntut menyusun strategi, tetapi juga memberikan gambaran kepada klien mengenai berbagai kondisi yang mungkin dihadapi.
“Kami bikin strategi, tidak ada jaminan, tidak ada garansi. Yang diajar di kelas kan ada angka, tetapi kalau ke klien kita perlu kasih gambaran mengenai ukuran,” ujarnya.
Perspektif tersebut sejalan dengan gagasan utama Nexus Way bahwa strategi merupakan proses mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian. Strategi diperlukan untuk memberikan arah, tetapi penerapannya tetap membutuhkan kemampuan membaca situasi dan menyesuaikan respons.
Penulis Nexus Way Firsan Nova mengatakan pengalaman selama 14 tahun menjadi dasar utama lahirnya buku tersebut. Menurutnya, Nexus Way tidak dimaksudkan sekadar sebagai kumpulan case study, tetapi sebagai dokumentasi pembelajaran yang terbentuk dari pengalaman menangani berbagai situasi nyata.
Roadshow dikemas melalui Kuliah Umum dan Book Review Nexus Way itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan isu, konflik, dan krisis berdasarkan
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News