Stadion GBLA Belum Optimal, Persib Bandung Harus Mengungsi ke Si Jalak Harupat
jateng.jpnn.com, BANDUNG - Persib Bandung untuk sementara harus meninggalkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Tiga pertandingan kandang Maung Bandung sepanjang Oktober 2026 dipastikan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung.
Keputusan tersebut membuat Persib tidak menggunakan GBLA untuk seluruh agenda kandangnya pada bulan ini. Ada dua pertandingan BRI Super League 2026/27 dan satu laga AFC Champions League Two (ACL 2) yang akan dimainkan di SJH.
Laga pertama mempertemukan Persib dengan Dewa United pada 11 Oktober. Tiga hari berselang, giliran The Cong Viettel dari Vietnam yang datang untuk menjalani pertandingan ACL 2.
Persib kemudian kembali tampil di SJH saat menjamu Persik Kediri pada 18 Oktober.
Perpindahan venue tersebut berkaitan dengan kondisi rumput GBLA yang masih menjalani perawatan. Manajemen Persib memilih tidak terburu-buru membawa pertandingan kembali ke stadion utama meski kondisi lapangan disebut sudah menunjukkan perkembangan.
Hasil peninjauan pada 29 September menjadi salah satu pertimbangan. Persib melihat kondisi rumput sudah lebih baik dibandingkan saat digunakan pada pertandingan sebelumnya, tetapi proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.
Karena itu, tambahan waktu selama Oktober diberikan agar perawatan GBLA dapat dilakukan secara menyeluruh. Manajemen berharap lapangan tersebut sudah memenuhi kesiapan pertandingan ketika kembali digunakan.
Persib menargetkan GBLA dapat kembali menjadi lokasi pertandingan kandang mulai November 2026. Namun, keputusan akhir tetap akan mempertimbangkan kondisi lapangan setelah seluruh proses perawatan selesai.
Persib Bandung meninggalkan Stadion GBLA sementara. 3 laga kandang Oktober, termasuk duel melawan Dewa United dan Viettel, digelar di Stadion Si Jalak Harupat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News