Tradisi Dugderan Semarang Meriah, Bukti Kota Toleran Sambut Ramadan

Karnaval diikuti prajurit Patang Puluhan berjalan. Pasukan yang juga disebut Berkudo ini mengawali proses kirab budaya menuju Masjid Agung Semarang Kauman.
"Kami ingin supaya tradisi ini nanti bisa dipersiapkan dengan baik, tahun depan kita akan mengundang tamu-tamu dari luar," katanya.
"Pawai dimeriahkan oleh berbagai komunitas lintas etnis, seperti komunitas Tay Kak Sie, perempuan berkebaya, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama," katanya.
Seusai membacanya Suhuf Halaqah, Agustina juga membagikan ribuan kue ganjel rel ke masyarakat yang hadir di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang.
"Supaya ini mengangkat nama Kota Semarang. Ini unik dan keren keterlibatan masyarakatnya luar biasa," katanya.(wsn/jpnn)
Saat Dugderan, Agustina Wilujeng Pramestuti meriah, sebagai bukti toleransi menyambut Ramadan.
Redaktur : Danang Diska Atmaja
Reporter : Wisnu Indra Kusuma
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News