UMKM Masuk 5 Topik Bahasan Isu Prioritas ASEAN-BAC di Kota Semarang

"Ini meningkatkan Produk Domestik Bruto (GDP) melalui investasi modal dan lapangan kerja hijau," ujar dia.
Termasuk mengenai penjualan kredit karbon untuk membantu dekarbonisasi dapat mencapai US$ 1 triliun pada 2037.
Melalui Net Zero Hub, ASEAN-BAC diklaim berhasil mendorong kerja sama antar perusahaan di ASEAN.
Nantinya, para perusahaan akan saling berbagi pengetahuan dan praktik terbaik untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga mencapai emisi nol karbon.
Dalam isu ketiga yang akan dibahas yaitu, ketahanan kesehatan dalam menguatkan infrastruktur kesehatan dan meningkatkan ketahanan kesehatan di kawasan.
"ASEAN-BAC berhasil mengumpulkan berbagai perusahaan obat-obatan, vaksin, infrastruktur kesehatan, hingga institusi penelitian di bidang kesehatan untuk membentuk jaringan kemitraan yang kuat," katanya.
Sementara itu, untuk isu yang keempat yakni ketahanan pangan. Menurutnya, ASEAN-BAC telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan seperti Sinar Mas Agro Resource & Technology (SMART) dan stakeholder terkait lainnya yang bergerak di sektor pangan seperti jagung, minyak sawit, dan hortikultura.
"Seluruh pihak yang tergabung di dalamnya akan memberdayakan UMKM dan petani, khususnya pada beberapa sektor ini, dengan sumber daya dan akses pasar yang diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan," tuturnya.
Pertemuan ASEAN-BAC 2023 diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ada 5 pembahasan yang jadi topik prioritas, salah satunya UMKM.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News