Imbas Proyek Tol Semarang-Demak, Petani di 5 Desa Ini Gagal Panen 3 Musim

Dengan kondisi tersebut, Satibi mengungkapkan bahwa kerugian petani di Demak diperkirakan mencapai ratusan juta karena per 1 hektare lahan bisa menghasilkan Rp 20 juta hingga Rp 30 juta untuk sekali panen.
"Sawah di daerah kami itu daerah tadah hujan. Jadi kalau musim hujan baru bisa tanam, tetapi ini sudah dua tahun lebih malah seperti ini," ungkapnya.
Sementara itu, Pembina Karang Taruna Kecamatan Karangtengah Yoyok Sakiran mengatakan sawah yang mengalami gagal panen sekitar 200 hektare.
Lahan pertanian itu tersebar di 5 desa di Kecamatan Karangtengah.
Adapun 5 Desa yang sawahnya tergenang air di antaranya Desa Pidodo, Desa Klitih, Desa Sampang, Desa Kedunguter, dan Desa Dukun.
Dari kejadian itu, Sakiran menyebut bahwa para petani sudah mengkomunikasikan dengan pihak tol dan sudah ada pertemuan.
Namun, sampai saat ini belum ada titik temu.
"Kalau kemarin sudah ada komunikasi sudah ada pertemuan, tetapi sampai saat belum ada penjelasan yang pasti," kataa pria yang juga menjabat Ketua Rumah Rakyat DPD Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Provinsi Jawa Tengah.
Petani di Demak sudah mengalami gagal panen dalam 3 musim terakhir. Saluran air diduga tersumbat lantaran proyek Tol Semarang-Demak.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News