Harga Bahan Baku Mebel Naik, Pengusaha Jepara Tak Kehabisan Akal

Jumat, 07 Oktober 2022 – 22:30 WIB
Harga Bahan Baku Mebel Naik, Pengusaha Jepara Tak Kehabisan Akal - JPNN.com Jateng
Seorang pekerja mebel tengah menyelesaikan pembuatan mebel. ANTARA/HO-furncraft.

jateng.jpnn.com, JEPARA - Sejumlah pengusaha mebel dan ukir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih mengandalkan pemasaran produknya secara daring untuk menekan biaya di tengah gejolak ekonomi dan kenaikan harga bahan baku.

Kartika Dwi Damayanti, salah satu pemilik usaha mebel dan ukir Furncraft.id mengakui adanya pandemi Covid-19 selama dua tahun lalu menjadi pembelajaran dan pengalaman berharga bagi industri mebel supaya bisa bertahan.

"Saat pandemi, untuk mempertahankan usaha maka dilakukan pemasaran secara daring. Demikian halnya, menghadapi tantangan dunia usaha pada 2023," katanya, Jumat (7/10)

Lewat akun instagram furncraft.id dan website www.furncraft.id, pihaknya bisa menyasar konsumen kelas menengah ke atas yang mayoritas berasal dari wilayah DKI Jakarta.

"Dengan biaya yang murah, setiap orang bisa melihat secara langsung produk yang diinginkannya sehingga lebih efektif," ujarnya.

Pada saat pandemi, kata dia, daya beli memang turun karena transaksi untuk pasar lokal dari 100 transaksi sebelum pandemi, turun menjadi 30 transaksi per bulannya.

"Sekarang kondisinya mulai pulih menjadi 70-80 transaksi per bulannya, meskipun kondisi pasar belum kembali seperti sebelum pandemi," ujarnya.

Produk mebel yang saat ini masih diminati konsumen, antara lain sofa dan kursi yang menggunakan kulit asli. Dia menjual produk dengan harga mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Dia menjamin meskipun ditawarkan lebih murah dibandingkan produk serupa dari merek lain, tetapi kualitasnya berani diadu.

"Fasilitas tambahan berupa garansi hingga lima tahun serta ada pula garansi seumur hidup sehingga ada kerusakan atau lapisan terkelupas akan diganti," ujarnya.

Pengusaha mebel lainnya, Muhammad Hisyam juga mengakui konsumen mulai terbiasa bertransaksi secara daring, setelah masa pandemi membatasi aktivitas masyarakat dalam bertatap muka.

"Hampir separuh dari transaksi penjualan mebel dan ukir didominasi transaksi dari penjualan secara daring melalui e-commerce," ujarnya.(antara/jpnn)

Sejumlah pengusaha mebel di Jepara tak kehabisan untuk memasarkan produknya di tengah kenaikan harga bahan baku.

Redaktur & Reporter : Sigit Aulia Firdaus

Sumber antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News