Begini Cara Ganjar Menangani Kemiskinan di Jawa Tengah

Selasa, 24 Januari 2023 – 23:54 WIB
Begini Cara Ganjar Menangani Kemiskinan di Jawa Tengah - JPNN.com Jateng
Ganjar memimpin pelaksanaan koordinasi percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Pendapa Kabupaten Pemalang, Selasa (24/1). FOTO: Humas Pemprov Jateng.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus berupaya menangani kemiskinan ekstrem. Kemiskinan ekstrem diukur dari pengeluaran warganya di bawah Rp 400 ribu per bulan.

Ganjar memimpin pelaksanaan koordinasi percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Pendapa Kabupaten Pemalang, Selasa (24/1). Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, mereka yang masuk kategori miskin ekstrem dikarenakan tidak bekerja. Guna menggenjot pengeluaran mereka agar tidak masuk kategori miskin ekstrem, butuh adanya lapangan kerja.

Menurutnya, ada dua wilayah di bagian barat pantura Jawa Tengah yang perlu perhatian lebih soal kemiskinan, yakni Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Brebes. Solusi yang harus dilakukan agar warga miskin bisa cepat mendapatkan pekerjaan yaitu berkomunikasi dengan perusahaan di daerah setempat.

Hasilnya, perusahaan dapat menerima masyarakat miskin untuk bekerja, bahkan yang tidak punya skill sekalipun. Di Pemalang sendiri langsung ada sekitar 800 lowongan pekerjaan yang diharapkan bisa diisi warga yang masuk kategori miskin ekstrem tersebut.

Meski perusahaan menerima masyarakat yang tak punya skill, namun Ganjar tak ingin itu dilakukan. Dia ingin warganya punya skill sehingga bisa diterima bekerja karena kemampuannya yang mumpuni. Dongkrakkan skill itu didukung lewat pelatihan-pelatihan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ganjar menekankan kepada seluruh pemkab/pemkot sampai tingkat desa agar mendata untuk memastikan ke warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dan kemiskinan yang tidak ekstrem. Jika perlu diintervensi, pemerintah punya gambaran intervensi apa yang akan diberikan.

Termasuk memastikan sudah ada sumber keuangannya. Jika belum, maka bisa menggunakan CSR, Baznas, atau dari pihak lain. Begitu juga soal pendidikan dari anak yang tidak sekolah, Ganjar siap memaksimalkan SMKN Jateng sebagai solusi agar anak-anak tersebut bisa sekolah.

"Karena sekolah dibutuhkan mereka yang rata-rata salah satu indikator kemiskinan adalah sekolah. Maka saya minta, cari orangnya, dengan tanda petik, harus berangkat ke sekolah, kita memberikan fasilitas. Mudah-mudahan dari SMK Jateng itu kan ada tiga sekarang, tambah 15 kan ada 18. Bisa kita titipkan sana-sini," kata Ganjar.

800 lowongan kerja dibuka setelah perusahaan digandeng Ganjar untuk menangani kemiskinan di Jawa Tengah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News