Massa di Semarang Lempari Polisi dengan Celana Dalam, Simbol Jokowi Tak Punya Malu

Senin, 12 Februari 2024 – 17:55 WIB
Massa di Semarang Lempari Polisi dengan Celana Dalam, Simbol Jokowi Tak Punya Malu - JPNN.com Jateng
Massa Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah (Jateng) melempari polisi dengan celana dalam saat aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (12/2). Foto: Wisnu Indra Kusuma/JPNN

Bete menyebut persoalan pemakzulan Jokowi bukan menjadi wewenangnya. Walau begitu, dia menyatakan akan tetap mendengarkan aspirasi penurunan Jokowi tersebut.

"Urusan pemakzulan saya tidak berani bicara, tetapi kalau mendengarkan saya siap," ujarnya.

Pantauan JPNN.com, unjuk rasa dimulai sekitar pukul 14.15 dan berakhir damai pukul 16.35 WIB. Massa dari berbagai kampus di Kota Semarang tersebut membongkar barikade kawat duri yang dipasang polisi.

Mereka memaksa ingin bertemu dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng Sumanto.

Namun, permintaan massa yang mayoritas mahasiswa tersebut tidak dikabulkan oleh aparat kepolisian. Massa makin merangsek barikade kepolisian.

Tampak dorong-dorongan antara massa dengan petugas kepolisian makin tak terkendali hingga aksi bakar ban. Barisan aparat dipukul mundur hingga ke halaman Gubernuran.

"Makzulkan Jokowi, hentikan represi aparat, tegakkan reformasi hukum dan kedaulatan rakyat wujudkan demokrasi , wujudkan hak asasi manusia," ujar Koordinator Lapangan Akmal Sajid. (mcr5/jpnn)

Massa Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah (Jateng) melempari polisi dengan celana dalam saat aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (12/2).

Redaktur : Danang Diska Atmaja
Reporter : Wisnu Indra Kusuma

Facebook JPNN.com Jateng Twitter JPNN.com Jateng Pinterest JPNN.com Jateng Linkedin JPNN.com Jateng Flipboard JPNN.com Jateng Line JPNN.com Jateng JPNN.com Jateng

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News