Ribuan Seniman Ikuti Festival Payung Indonesia di Taman Balekambang Solo

"Ini adalah sebuah festival gotong royong yang sudah kami bangun selama setahun ini," kata dia.
Pihak penyelenggara juga melakukan terobosan dengan menerapkan sistem ticketing pertunjukan seharga Rp 15 ribu.
Heru sendiri menegaskan bahwa sistem ticketing itu baru pertama kali dilakukan. Pihaknya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta sengaja menerapkan sistem ticketing dikarenakan Taman Balekambang memiliki stage yang mumpuni.
"Ini Rp 15 ribu langsung pake Qris dan langsung masuk ke PAD. Dan animonya luar biasa, jadi mereka juga harus menghormati bahwa pertunjukan yang bagus rasa-rasanya membayar tiket dengan harga murah sekali. Dan itu juga rasa hormat kami terhadap pertunjukan," imbuhnya.
Di sisi lain, Verocina (26) warga Sumber, Solo yang datang bersama sejumlah kawannya meyebut bahwa FESPIN XI lebih spesial karena pemilihan lokasi yang tepat.
Menurutnya tata letak dan area taman yang banyak pilihan itu mampu memaksimalkan kegiatan itu. Salah satunya seperti parade dan aksi tari yang ditampilkan.
"Banyak spot yang dipakai, jadi ada banyak pilihan untuk disaksikan. Misalnya di jembatan melingkar, di open stage-nya dan sebagainya. Lalu bazar UMKMnya juga tidak kalah menarik," katanya. (mcr21/jpnn)
Event tahunan Festival Payung Indonesia (FESPIN) Solo kembali digelar di Taman Balekambang.
Redaktur : Danang Diska Atmaja
Reporter : Romensy Augustino
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News