Asal-usul Pulau Sampah di Semarang, Ketebalan 5 Meter, Ganggu Aktivitas Nelayan

Namun, akibat proyek Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), mangrove di sana dibabat dan kini menjadi tempat berkumpulnya sampah dari aliran sungai.
"Datarannya sudah cukup tinggi, bahkan beberapa lokasi sudah seperti bukit," ujarnya.
Ia mengakhawatirkan jika kondisi tersebut terus dibiarkan. Apalagi, kata dia, sekarang adalah musim hujan.
Sebagian besar yang mendominasi adalah sampah dari limbah rumah tangga, mulai berbahan plastik hingga pecahan kaca yang berbahaya.
"Paling banyak adalah plastik, tetapi perlu hati-hati karena ada kaca dan besi tajam," terang Iqbal.
Program peduli lingkungan telah berulangkali diselenggarakan oleh Walhi Jawa Tengah.
Akan tetapi, Iqbal menyebut langkahnya bersama warga dan mahasiswa kewalahan karena jumlah sampah yang kian banyak.
"Kami tidak bisa mengontrol datangnya sampah," akunya.
Semenjak Pulau Sampah tersebut tercipta, merusak ekosistem dan populasi ikan di sekitarnya berkurang. Dampak lain juga mengancam kesehatan masyaraka
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News