Joko Crazy Rich Grobogan di Mata Warga: Kerap Bagikan Mukena hingga Al-Qur'an
Sebab, selama 20 tahun terakhir jalan di sana nyaris tanpa perbaikan. Kemudian ditambah pandemi Covid-19, telah membuat lesu aktivitas ekonomi desa setempat.
Sri Lestari (55), pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, menengah) setempat, optimistis pembangunan jalan tersebut dapat meningkatkan perekonomian warga.
"Senang sekali jalannya sudah bagus halus. Mas Joko baik sekali," ucap Sri penuh keceriaan.
Penuturan serupa disampaikan warga lainnya bernama Agus Setiawan (35). Ia mengenang kondisi jalan yang rusak parah sebelum dibangun dengan cor beton.
Agus menjelaskan sebelum adanya pembangunan, dia kerap kali melihat orang bersusah payah melewati jalan yang rusak penuh lubang.
"Apalagi ketika hujan, perjalanan naik mobil dari ujung sana (Desa Telawah,red) sampai sini butuh waktu setengah jam lebih," kata pria ramah berusia 35 tahun itu.
Agus memandang Joko Crazy Rich Grobogan adalah pribadi yang baik penuh kepedulian terhadap masyarakat.
Dia menyebut setiap tahun ketika Hari Raya Idulfitri, Joko selalu bersedekah atas nama kedua orang tuanya yang sudah tiada.
Sosok Joko Suranto, crazy rich Grobogan, dikenal dermawan oleh warga. Joko ternyata tak hanya membangun jalan, tetapi kerap membagikan mukena hingga Al-Qur'an.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News