Pertunjukan RT Nol RW Nol KSK Wadas Semarang: Gambaran Kemiskinan di Kampung Tanpa Nama

Rabu, 06 Juli 2022 – 09:00 WIB
Pertunjukan RT Nol RW Nol KSK Wadas Semarang: Gambaran Kemiskinan di Kampung Tanpa Nama - JPNN.com Jateng
Salah satu adegan dalam pertunjukan RT Nol RW Nol KSK Wadas di Auditorium UIN Walisongo Semarang, Senin (5/7). Foto: Danang Diska Atmaja/jpnn

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Malam itu, di sebuah kampung tanpa nama. Semua pergi dari tempat tinggal yang berada di bawah jembatan layang, menuju kehidupan baru yang tak pernah mereka sangka sebelumnya.

Ani pergi menikah dengan Babah, Ina memutuskan pergi meninggalkan Pincang dan menikah dengan tukang becak.

Kemudian, Pincang sendiri memilih akan ikut dengan Ati pulang kampung, dan Bopeng pun telah diterima jadi klasi kapal pelayaran.

Tinggal seorang kakek yang merasa tak perlu kemana-mana, cukuplah sisa usianya habis bersama gubuknya di RT Nol RW Nol.

Itulah sinopsis singkat dari pertunjukan RT Nol RW Nol yang dipentaskan Kelompok Seni Kampus (KSK) Wadas melalui pertunjukan teater di Auditorium UIN Walisongo Semarang, Senin (4/7) malam.

Naskah itu merupakan karya penyair angkatan lama Iwan Simatupang (1928-1970) yang kembali dihidupkan.

Disutradari Syukron Mubarrok, naskah yang dilatarbelakangi oleh munculnya kritik sosial, kemiskinan, dan kelompok yang termarjinalisasi itu digarap cukup bagus oleh KSK Wadas. Terbukti ratusan penonton memadati gedung pertunjukan.

"RT Nol RW Nol tampil sebagai orang-orang yang tidak memiliki alamat, tujuan hidup, bahkan keberadaan mereka di negeri ini seolah-olah diabaikan oleh masyarakat," jelas Syukron saat ditemui, Selasa (5/7).

KSK Wadas Semarang menggelar pertunjukan teater dengan judul RT Nol RW Nol di Auditorium UIN Walisongo, Senin (4/7).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News