Inflasi Solo Capai 1,30% atau Tertinggi Kedua di Jateng, Gibran Tak Khawatir

Selasa, 04 Oktober 2022 – 14:25 WIB
Inflasi Solo Capai 1,30% atau Tertinggi Kedua di Jateng, Gibran Tak Khawatir - JPNN.com Jateng
Tangkapan layar laman Youtube BPS Jateng saat Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana menyampaikan tingkat inflasi Jateng September 2022, Senin. (ANTARA/ I.C.Senjaya)

jateng.jpnn.com, SOLO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berimbas pada naiknya angka inflasi di hampir seluruh wilayah di Indonesia pada September 2022.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Totok Tavirijanto menyebut bahwa inflasi di beberapa daerah di Indonesia pada September 2022 menunjukkan angka yang relatif tinggi.

Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat angka inflasi berada di 1,66 persen, Kota Palopo, Sulawesi Selatan 1,74 persen, Sorong, Papua 1,49 persen dan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) 1,82 persen.

"Angkanya tinggi semua, bahkan untuk angka nasional tertinggi sejak 2014," bebernya saat dihubungi, Selasa (4/10) siang.

Khusus untuk Kota Solo, BPS mencatat angka inflasi mencapai 1,30 persen atau tertinggi nomor dua se-Jawa Tengah, sedangkan posisi pertama di tempati Kudus dengan 1,65 persen.

Totok menerangkan, September menjadi bulan kejut naiknya angka inflasi mengingat penyesuaian harga BBM.

Angka inflasi kemungkinan akan kembali turun pada Oktober 2022 jika pemerintah tidak kembali menaikkan harga BBM.

"Ke depannya, inflasi tidak akan setinggi pada September ini. Karena sudah tidak ada kenaikan-kenaikan yang terjadi," ujarnya.

Inflasi Solo mencapai 1,30 persen atau tertinggi kedua di Jateng. Kendati demikian, Gibran Rakabuming Raka tidak ambil pusing.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News