Kekeringan di Semarang Meluas Sampai Gunungpati, Dana APBD Habis

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Bencana kekeringan di Kota Semarang, Jawa Tengah terus meluas hingga membuat banyak daerah di sana mengajukan permintaan air bersih.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan kekeringan, bahkan terjadi di kecamatan yang tidak pernah mengalaminya.
"Salah satu kecamatan yang biasanya tidak pernah. Hari ini, muncul permintaan, yakni di Gunungpati, Kelurahan Cepoko," katanya, Rabu (13/9).
Dia mengatakan permintaan dari masyarakat untuk air bersih setiap minggu rata-rata mencapai enam tangki, dengan kapasitas setiap tangki mencapai 5.000 liter.
Untuk permohonan bantuan air bersih, kata dia, hanya butuh waktu satu hari bagi BPBD Kota Semarang untuk mengirimkan bantuan air bersih begitu menerima permohonan dari masyarakat.
"Saya hanya butuh satu hari. Ini surat masuk dari Lurah Cepoko masuk kemarin (12/9). Baru surat. Langsung kami tindaklanjuti. Ini untuk mengeluarkan air bersih. Walaupun jasa, harus kami pertanggungjawabkan," katanya.
Dicontohkannya, BPBD Kota Semarang pada Rabu ini mendistribusikan bantuan air bersih di Gedawang dan Jabungan di Kecamatan Banyumanik yang merupakan pengiriman rutin.
"Hari ini, kami menyebar. Di (Kecamatan) Banyumanik, itu rutin di Gedawang dan Jabungan, Gunungpati di Cepoko sebanyak satu tangki, dan satu tangki di Beringin, Kecamatan Ngaliyan," katanya.
Kekeringan di Semarang terus meluas, bahkan sudah sampai ke kecamatan paling asri di kota itu, yakni Gunungpati. Padahal, dana APBD 2023 sudah habis.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News