Kekeringan di Semarang Meluas Sampai Gunungpati, Dana APBD Habis

Seiring dengan meluasnya daerah yang terdampak kekeringan, Endro mengakui bahwa persediaan bantuan air bersih yang bersumber dari APBD 2023 sudah habis sehingga tinggal mengandalkan bantuan CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan.
"Kemampuan BPBD untuk penyediaan air bersih dari dana APBD 2023 ini sudah habis, nol. Kami ini sekarang bergerak mendistribusikan hanya dari pihak ketiga, CSR," katanya.
Menurut dia, BPBD Kota Semarang terus menggalang CSR dari berbagai perusahaan untuk membantu persediaan air bersih, dan sampai sekarang ini sudah mencapai 25 tangki.
"Secara keseluruhan, kami sudah ada 25 tangki dari CSR. Yang sudah terserap sampai sekarang kurang lebih 10 tangki. Ini tadi masuk lagi 15 tangki yang bisa kami jadikan stok cadangan untuk yang akan datang," katanya.
Endro berharap musim kemarau panjang seiring fenomena El Nino segera usai sehingga kebutuhan air bersih masyarakat bisa kembali tercukupi sebagaimana sebelumnya.
"Mudah-mudahan permintaan (air bersih) tidak semakin banyak. Kami berharap El Nino ini (usai), ya walaupun kenyataannya waktunya tambah panjang," katanya.(antara/jpnn)
Kekeringan di Semarang terus meluas, bahkan sudah sampai ke kecamatan paling asri di kota itu, yakni Gunungpati. Padahal, dana APBD 2023 sudah habis.
Redaktur & Reporter : Sigit Aulia Firdaus
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News