Sejak Nyamuk Wolbachia Dilepaskan di Semarang, Kasus DBD Menurun Drastis

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Kota Semarang terpilih sebagai satu dari lima daerah pilot project penyelenggaraan teknologi nyamuk berbakteri wolbachia.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut sosialisasi tentang penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini terus dilakukan.
Mbak Ita, sapaan akrabnya turut menanggapi penolakan masyarakat soal penggunaan nyamuk berbakteri wolbachia yang mulai disebarkan ke beberapa wilayah.
Menurutnya, hal itu terjadi lantaran kurangnya pemberian edukasi dan sosialisasi.
"Sebenarnya mungkin di wilayah lain kurang sosialisasinya, tetapi selama di Semarang, kami gencar melaksanakan sosialisasi," katanya, Minggu (19/11).
Ita mengatakan Kota Semarang telah melakukan sosialisasi terkait upaya menurunkan penyakit DBD sejak ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai wilayah proyek percontohan penyebaran nyamuk berbakteri wolbachia.
Hal itu ditandai dengan peluncuran inovasi Implementasi Wolbachia Ing Kota Semarang (Wingko Semarang) yang dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Mei 2023.
"Saya melihat di wilayah lain mungkin tidak jadi pilot project, belum pakai tahapan-tahapan sosialisasi sehingga langsung. Istilahnya dikasih bibit dan langsung seketika itu. Mungkin ada anggapan membawa bibit penyakit," ujarnya.
Pilot Project Nyamuk Wolbachia di Semarang berdampak baik terhadap penurunan kasus DBD di kota itu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News