Masih Banyak Guru di Demak Digaji Rp 200 Ribu/Bulan, Ya Tuhan

jateng.jpnn.com, DEMAK - Nasib guru menjadi sorotan banyak pihak setelah pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengaku kaget karena tingkat stres profesi tersebut lebih tinggi dari pada pekerjaan lainnya.
Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kebupaten Demak Noor Salim memaklumi pernyataan Jokowi.
Menurutnya, beban guru dalam mengajar kian berat, sedangkan secara kesejahteraan tidak pernah ada perhatian serius dari pemerintah.
"Masih banyak guru swasta di sekolah swasta yang digaji Rp 200/bulan. Presiden juga kaget saat tahu, tetapi tidak pernah ditindaklanjuti para menterinya, sebatas kaget saja," katanya, Rabu (29/11).
Dia mengatakan guru selalu dituntut bekerja ekstra, tetapi di sisi lain pemerintah menutup mata dengan kesejahteraan para pengajar.
"Guru swasta tolong diperhatikan. Kami selalu didiskriminasi. Dalam rekrutmen PPPK misalnya, guru swasta di sekolah swasta hanya diberi kesempatan setelah mendapatkan sisa kuota, itu pun harus diawali dengan demo berjilid-jilid," katanya.
Salim memandang hingga saat ini, ketiga pasangan capres-cawapres belum memiliki visi yang berpihak pada guru swasta.
"Janji-janji mereka hanya untuk menyejahterakan guru ASN. Hal ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri bagi ratusan ribu guru swasta," katanya.
PGSI Demak mengungkapkan banyak guru di kabupaten tersebut yang hanya digaji Rp 200 ribu/bulan. Pemerintah jangan tutup mata, capres-cawapres ditunggu suaranya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News