Di Kantor Polisi, Kakak Angkat Dila Mengutuk Sang Ayah, Ternyata

Kamis, 14 April 2022 – 05:00 WIB
Di Kantor Polisi, Kakak Angkat Dila Mengutuk Sang Ayah, Ternyata  - JPNN.com Jateng
Galih dan Fajar, tersangka penganiayaan yang menyebabkan Dila (7) meninggal dunia. Foto: Humas Polres Sukoharjo.

jateng.jpnn.com, SUKOHARJO - Kematian Umairoh Fadlilatunnisa atau Dila (7), warga Dukuh Blateran Rt 1 RW 2, Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo, ternyata menyimpan cerita di belakang.

Galih Sukma Buana (24), salah satu tersangka penganiayaan yang membuat Dila meninggal dunia, mengungkapkan fakta baru di balik peristiwa keji itu.

Dia membeberkan keluarga mereka mulai kacau ketika sang ayah main perempuan dan memutuskan cerai dengan ibunya lima bulan terakhir. 

"Buka mata, buka hati. Hidup di dunia itu tidak lama, buat apa main-main perempuan di luar sana," ungkap Galih saat dihadirkan di Polres Sukoharjo, Rabu (13/4).

Pria yang berprofesi sebagai tukang cuci mobil itu pun menuturkan ayahnya adalah seorang sipir di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta. 

Dia mengaku sudah tidak bertemu sejak ayahnya ditugaskan di Sulawesi pada 2017.

"Ibu pergi dari rumah sejak Februari 2022 ke Jakarta untuk bekerja sebagai ART (asisten rumah tangga)," terang ayah satu anak itu. 

Sementara itu, tersangka Fajar Nur Hidayat (18) meminta ayahnya untuk bisa bertanggung jawab untuk mengurusi anak-anak sesuai dengan putusan pengadilan.

Fakta baru kasus penganiayaan Dila (7) hingga tewas. Kedua pelaku bercerita sosok sang ayah yang tidak bertanggung jawab.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News