Gempa Dewa Beber Kronologi Konflik di Desa Wadas

jateng.jpnn.com, PURWOREJO - Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ramai didatangi rombongan dari aparat kepolisian, Selasa (8/2).
Kedatangan mereka bermaksud untuk mengawal pengukuran tanah terkait kepentingan penambangan batu andesit pada proyek Bendungan Bener di Desa Wadas.
Kendati demikian, agenda pengukuran berubah menjadi konflik ketika sejumlah aparat dikabarkan mencopot banner penolakan warga atas proyek pemerintah itu.
Aksi penyisiran desa berujung pada pengejaran serta penangkapan terhadap warga yang dicurigai polisi.
Demi memperjelas konflik di Desa Wadas, Gerakan Masyarakat Pecinta Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) merilis kronologi pengepungan aparat di sana.
Dalam rilis itu tertulis bahwa peristiwa berawal pada Senin (7/2) siang ketika ribuan aparat kepolisian mencoba kembali memasuki Desa Wadas.
Mereka baris-berbaris di Purworejo dan mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto yang berlokasi di belakang Polsek Bener.
Detik-detik pengepungan pun mulai terasa ketika pada malam di hari yang sama terjadi pemadaman listrik di Desa Wadas, sementara desa-desa lainnya tetap menyala.
Gerakan Masyarakat Pecinta Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) mengungkapkan kronologi lengkap konflik di Desa Wadas, Purworejo, Jateng.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News