Bakti Basuh Kaki, Tradisi yang Sudah Jarang Dilakukan Menjelang Imlek

Rabu, 02 Februari 2022 – 08:30 WIB
Bakti Basuh Kaki, Tradisi yang Sudah Jarang Dilakukan Menjelang Imlek - JPNN.com Jateng
Tradisi bakti basuh kaki orang tua sebelum perayaan Imlek oleh warga keturunan Tionghoa di Rumah Rasa Dharma, Gang Pinggir Pecinan, Kota Semarang. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Banyak orang mengenal Imlek sebagai tradisi bagi-bagi angpau. Namun, ada tradisi sarat nilai menjelang tahun baru penanggalan China itu.

Laporan Wisnu Indra Kusuma, Semarang

JAM dinding di Rumah Perkoempoelan Sosial Boen Hian Tong (Rasa Dharma), Jalan Gang Pinggir, Kota Semarang menunjukkan pukul 10.00 WIB. Pada hari itu, Minggu (30/1), puluhan orang berkumpul di rumah yang ada di kawasan Pecinan tersebut.

Ada sepuluh orang tua duduk berjejer di kursi merah. Di depan mereka terdapat 13 orang bersimpuh di lantai. Mereka saling berhadapan dengan mata berkaca-kaca. Sekejap kemudian tradisi bakti basuh kaki dimulai.

Belasan orang bersimpuh di lantai dengan ember kecil berisi sedikit air di depan mereka. Handuk kecil berkelir putih juga telah disiapkan di pangkuan masing-masing orang tua.

Ketua Perkoempoelan Sosial Rasa Dharma Harjanto Kusuma Halim mengatakan banyak masyarakat mengenal perayaan Imlek dengan pesta dan bagi-bagi angpau. Namun, ada nilai lain yang masih dipertahankan warga Tionghoa, yakni tradisi basuh kaki.

"Sebenarnya Imlek itu mengembalikan urusan bakti kepada keluarga. Ini wujud bakti dalam ajaran Konghucu," kata Harjanto kepada JPNN.com.

Menurutnya, tradisi perwujudan bakti atau xiao dalam ajaran Konghucu itu sudah jarang dilakukan. Walakin, Harjanto tetap menginginkan anak-anak sekarang makin mengerti peran dan jasa orang tua.

Sembari menjelaskan makna tradisi bakti basuh kaki yang berasal dari Xiao, Harjanto memutar sebuah lagu pujian yang mencerminkan kenangannya bersama mamanya.

"Saya selalu memutar lagu ini setiap acara ini. Terus terang ini juga lagu yang diputar ketika mama saya sakit di rumah sakit menjelang akhir hayatnya," ujarnya.

Masyarakat mengenal Imlek dengan pesta dan bagi-bagi angpau. Namun, ada nilai lain yang masih dipertahankan warga Tionghoa, yakni tradisi basuh kaki.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News