Tradisi Dandangan Terancam Ditiadakan, Hartopo: Banyak Pertimbangan

jateng.jpnn.com, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, kemungkinan akan meniadakan pasar malam pada tradisi dandangan di wilayah setempat.
Tradisi rutinan jelang Ramadan itu terancam kembali ditiadakan, menyusul status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga.
"Sebetulnya masih dalam kajian untuk menentukan tradisi dandangan di Kudus bisa digelar atau tidak. Akan tetapi, saya memastikan keputusannya mengarah tidak akan terlaksana karena banyak hal yang dipertimbangkan," kata Bupati Kudus Hartopo, Senin (14/3).
Dia mengatakan kalaupun ada usulan dandangan diadakan, imbuh dia, apakah bisa membendung mobilitas pengunjung, baik dari luar kota maupun dalam kota.
"Jika saja hal itu tidak menjadi permasalahan pemerintah, tentunya dipersilakan. Sebaliknya, tentu harus ada kajian yang mendalam karena nanti menjadi permasalahan yang levelnya bukan regional melainkan nasional," ujarnya.
mengatakan para pedagang mengharapkan tradisi dandangan diadakan, tetapi pemkab tidak bisa merealisasikan karena banyak pertimbangan.
Hingga kini, tercatat sudah dua tahun terakhir pasar malam menyambut Ramadan ditiadakan karena saat itu kasus corona di Kabupaten Kudus cukup tinggi.
Hartopo menyampaikan bahwa kemungkinan besar tradisi dandangan di Kudus, kembali ditiadakan. Sudah 2 tahun ratusan pedagang tak dapat momentum.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News