57 Desa di Cilacap Kekeringan, BPBD Salurkan 503 Tangki Air Bersih
jateng.jpnn.com, CILACAP - Kekeringan akibat musim kemarau panjang 2023, melanda 57 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap Budi Setyawan, jumlah warga yang terdampak kekeringan di 57 desa tersebut mencapai 14.955 keluarga yang terdiri atas 44.968 jiwa.
"Dari pantauan kami, Kecamatan Kawunganten merupakan wilayah paling terdampak kekeringan. Selain karena sebagian sumber airnya tidak lagi mengeluarkan air, beberapa sumber air lainnya juga terintrusi air laut," katanya, Minggu (1/10).
Dia mengatakan jumlah wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Kawunganten hingga saat ini sebanyak 11 desa dengan total bantuan air bersih yang telah tersalurkan ke desa-desa itu mencapai 197 tangki.
Bahkan, kata dia, penyaluran air bersih untuk warga Desa Bojong hingga saat ini merupakan yang terbanyak di Kecamatan Kawunganten karena telah mencapai 60 tangki.
"Bojong merupakan desa yang paling awal terdampak kekeringan, sehingga lebih dahulu mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui BPBD," katanya menjelaskan.
Hingga akhir September 2023, kata dia, BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 503 tangki masing-masing berkapasitas 5.000 liter untuk warga terdampak kekeringan di wilayah itu.
"Pengiriman bantuan air bersih tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2023," kata di Cilacap, Minggu.
Kekeringan akibat musim kemarau panjang 2023, melanda 57 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News