Pemkab Demak Komitmen Perhatikan Guru Swasta, Tak Hanya yang Nonformal

"Yang kerja sama, kami fasilitasi untuk kualitas pendidikan, kami berikan sertifikasi, baik dari tahun kemarin maupun tahun ini, selalu kami tingkatkan," katanya.
Eisti mengaku tak pernah membeda-bedakan guru yang bekerja dalam naungan Pemkab maupun Kemenag.
"Untuk rekrutmen PPPK, guru yang di ranah Pemkab kami data dan akomodir. Untuk guru MI, MTs, dan MA yang itu kewenangannya kemenag, terus kami dorong ikut PPPK," katanya.
Sebelumnya, Ketua Persaatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Demak Noor Salim membenarkan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengaku kaget karena tingkat stres seorang guru lebih tinggi dari pekerjaan lain.
Menurutnya, stres yang dialami guru sumbernya adalah dari pemerintah itu sendiri.
"Ya karena kebijakan pemerintah yang diskriminatif kepada guru, utamanya guru swasta," katanya.
Salim mengatakan tidak adanya undang-undang perlindungan guru membuat profesi ini rawan sekali terhadap diskriminasi.
Menurutnya, penyebab guru stres lantaran pemerintah abai terhadap guru swasta.
Pemkab Demak menegaskan komitmennya untuk memperhatian guru swasta di kabupaten tersebut setelah PGSI Demak sebut banyak guru digaji Rp 200 ribu/bulan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News