Kasus Dugaan Rudapaksa Mbak R, Polisi Temukan Fakta yang Berbanding Terbalik

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Ditreskrimum Polda Jawa Tengah mengungkap hasil penyelidikan sementara yang mengejutkan soal kasus dugaan rudapaksa yang dialami Mabk R (28) warga Simo, Boyolali.
Direskrimum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan perkembangan penyelidikan tersebut menunjukkan pengakuan Mbak R yang berbanding terbalik.
"Untuk sementara ini kami menyatakan kemungkinan terjadinya pemerkosaan belum dapat bukti," ungkap Djuhandhani kepada JPNN.com, Senin (24/1).
Djuhandhani menyebut Mbak R mengakui adanya hubungan begituan dengan terlapor tanpa adanya paksaan di sebuah hotel di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang.
"Kemudian dari hasil pemeriksaan kepada pelapor hari ini menyatakan bahwa ia mengakui adanya hubungan badan, tetapi atas dasar tidak ada paksaan," katanya.
Djuhandhani mengaku terkejut dengan pengakuan R dalam pemeriksaan hari ini. Ia menyebut, sebelumnya R melaporkan dugaan rudapaksa dengan pelbagai keterangan yang membahayakan dirinya.
"Namun perkembangan hari ini cukup mengagetkan bagi penyidik. Sebelumnya dia menyatakan lari kemudian ada ancaman dibunuh. Ini hasil pemeriksaan menurut pengakuan pelapor tidak ada," aku Djuhandhani.
Ia menyatakan dugaan rudapaksa yang dilaporkan Mbak R seketika luntur setelah mendapatkan pengakuan tersebut dan keterangan dari beberapa saksi termasuk rekaman CCTV hotel.
Penyelidikan kasus dugaan rudapaksa yang dialami Mbak R menemukan fakta baru. Hasil penyelidikan polisi dari pemeriksaan pelapor mengejutkan polisi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News