Di Hajatan Rakyat Solo, Butet Tirukan Gaya Bicara Soeharto, Sentil Jokowi, & Bacakan Puisi Widji Thukul

jateng.jpnn.com, SOLO - Butet Kartaredjasa meriahkan puncak kampanye capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (10/2). Dia membacakan puisi 'Sajak Suara' karya Widji Thukul dan sempat sindir Jokowi.
Butet tampil bersama putri Widji Thukul yakni Fitri Nganthiwani setelah doa yang dipimpin Mahfud MD.
Dalam penampilannya, Butet membuka dengan cerita sejarah Kota Solo yang ikut menumbangkan rezim Orde Baru. Katanya persekutuan PPP dan PDIP waktu itu adalah kekuatan yang dahsyat.
"Dari Solo lahir seorang penyair besar yang menjadi martil demokrasi di Indonesia. Widji Thukul yang diculik dan yang diculik mencapreskan," katanya.
Buthet sempat menirukan gaya bicara Soeharto dan menyampaikan sebuah pidato yang menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Puisi ini dibikin di zaman saya saat masih berkuasa. Sekarang kita sudah mengetahui bahwa sudah ada yang mewarisi gaya kepemimpinan saya. Sejelek-jeleknya daripada saya, saya masih punya rasa malu. Diengetken daripada rakyat, cendekiawan, ulama, saya berkenan mundur. Namun, pewaris daripada saya geget ngawulo waton. Saya punya rasa malu, teapi mewarisi daripada sikap saya tidak pula rasa malu," ujarnya bergaya Soeharto saat membuka pembacaan puisi Widji Thukul.
Baca Juga:
Butet pun berseru kepada ribuan kader, simpatisan dan masyarakat yang hadir untuk memenangkan Ganjar-Mahfud.
"Tetap perjuangankan, menangkan Ganjar-Mahfud berbakti kepada rakyat," tuturnya. (mcr21/jpnn)
Butet Kartaredjasa meriahkan puncak kampanye capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (10/2).
Redaktur : Danang Diska Atmaja
Reporter : Romensy Augustino
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News