Kasus Omicron pada Anak di Semarang, Ancaman Nyata PTM 100 Persen?

"Yang paling pertama di PTM adalah kepentingan anak nomor satu. Kita harus melindungi anak-anak kita," tekannya.
Dia menegaskan, selain protokol kesehatan yang ketat langkah selanjutnya dari tiap sekolah yaitu menyiapkan strategi pembelajaran aman dan nyaman.
"Menghindari infeksi di sekolah, semua guru, petugas administrasi, petugas keamanan, termasuk murid-muridnya harus sudah divaksin," jelas Anam.
Tidak hanya dari pihak sekolah, baginya, orang tua juga harus memiliki pendirian yang utuh.
Dia menccontohkan, semisal seorang anak sedang tidak sehat maka orang tua harus tidak mengizinkan masuk sekolah tatap muka.
"Makanya rekomendasinya adalah hibrid atau separuh-separuh begitu. Opsi seperti ini yang harus dimiliki setiap sekolah terkait kapan harus menghentikan dan kapan harus melanjutkan," paparnya.
Sebelumnya, 4 orang dari satu keluarga di Kota Semarang terkonfirmasi varian Omicron, Jumat (21/1). Dari keempat kasus tersebut, satu orang terkonfirmasi merupakan anak berusia 7 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam menjelaskan bahwa 4 pasien itu kini sudah dinyatakan sembuh dan sedang menjalani pemulihan.
IDAI Jateng bereaksi atas temuan kasus Omicron pada anak di Kota Semarang. PTM 100 persen bisa saja dihentikan sebab varian baru ini cepat menyebar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News