UMKM di Solo Harus Merambah ke Sosmed, Agar Efektif Meraup Konsumen

Maka, kolaborasi dengan product documentation menjadi salah satu alternatif solusi dari permasalahan itu. Pemilik UMKM tetap bisa fokus pada proses produksi dan tidak perlu risau dengan kemasan konten medsos.
Namun demikian, sebelum melakukan hal tersebut, pelaku UMKM wajib tahu segmen pasar dari medsos yang akan digunakan.
Edho mencontohkan jika target marketnya adalah segmen menengah ke bawah TikTok lebih efektif.
Sementara untuk target market menengah ke atas lebih efektif lewat Instagram.
Pelaku UMKM juga perlu membuat tagline jika ingin brandnya cepat dikenal.
Edho menyebut bahwa tagline paling efektif pada 2024 adalah problem solving.
"Kalau dari sisi campaign dan komunikasi kita harus bikin tagline yang problem solving sekarang ini. Jadi memang trennya berubah. Jadi perlu membuat produk yang menyelesaikan masalah mereka. Masalahnya tidak perlu besar, cukup yang sederhana, misalnya bikin kopi yang sesuai kantong. Itu sudah bisa menjadi tagline," ungkapnya.
Sementara itu, Septino Aditya mengatakan kolaborasi dengan brand lain (collabs) bisa menjadi opsi brand baru cepat dikenal.
Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya pengrajin wajib mengemas sosmed yang dimiliki agar efektif meraup konsumen.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News