UNICEF dan Pemkot Semarang Perkuat Kolaborasi Lindungi Anak di Era Digital

"Ini langkah penting dalam membangun budaya nasional yang menjunjung tinggi martabat, keselamatan, dan partisipasi anak," kata Agustina.
UNICEF memuji langkah Indonesia sebagai terobosan berani dan visioner. Menurut UNICEF, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi contoh global dalam perlindungan anak di era digital.
Inisiatif ini juga mengedepankan partisipasi anak sebagai agen perubahan dalam pembentukan kebijakan publik yang menyentuh langsung kehidupan mereka.
Komitmen serupa ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Meutya Hafid, dan Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, di Jakarta. Keduanya sepakat memperkuat kolaborasi perlindungan anak di ruang siber melalui implementasi PP TUNAS.
Pertemuan di Semarang turut menyoroti meningkatnya risiko yang dihadapi anak-anak di internet, mulai dari perundungan siber, konten berbahaya, hingga eksploitasi digital.
Kepala Kantor Perwakilan UNICEF untuk Wilayah Jawa, Arie Rukmantara, menyatakan Semarang telah menunjukkan kepemimpinan inspiratif dalam upaya perlindungan anak.
“Keberhasilan kampanye anti-perundungan ROOTS yang bahkan menarik perhatian Duta UNICEF David Beckham beberapa tahun lalu, menjadi bukti nyata komitmen Semarang,” kata Arie.
UNICEF dan Pemkot Semarang menekankan pentingnya pendekatan terpadu yang berbasis hak anak, dengan menggabungkan aspek keamanan, kesehatan mental, serta pendidikan inklusif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kolaborasi perlindungan anak ini berfokus penguatan keamanan di ruang digital dan penanggulangan perundungan di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News