Pengamat Optimis Festival Lima Gunung di Magelang Bisa Makin Besar

"Mereka juga menyediakan makanan dan minuman gratis untuk para tamu festival," katanya.
Namun demikian, suasana dusun tuan rumah festival juga menjadi semarak karena datangnya para pedagang kaki lima yang menjajakan aneka makanan, minuman, hingga jasa permainan anak selama festival.
Memet mengemukakan bahwa FLG bukan hanya kebanggaan masyarakat dusun tuan rumah festival, Komunitas Lima Gunung yang dibangun dan dihidupi oleh budayawan Magelang, Sutanto Mendut.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi kebanggaan bagi para seniman dari luar daerah maupun pengisi acara.
"Para pengisi, seniman dari luar pun punya kebanggaan juga, bagaimana dia masuk ke sebuah festival di mana semua masyarakat mendukung, semua elemen kampung ikut," kata komponis dan pengajar Program Pascasarjana ISI Yogyakarta itu.
Menurut dia, festival tersebut mendapat dukungan masyarakat dusun sebagai tuan rumah sehingga semua elemen bekerja untuk menyemarakkan dan menyukseskan perhelatan tahunan Komunitas Lima Gunung.
Dia mengemukakan bahwa tidak mudah menyelenggarakan perhelatan seni budaya sebagaimana Festival Lima Gunung, yang tidak mengandalkan bantuan dana dari pemerintah dan sponsor dari pengusaha atau kalangan elite.
"Ini tidak mudah memang, memberikan motivasi di mana teman-teman di sini bisa mempunyai kesadaran, motivasi," katanya.(antara/jpnn)
Pengamat ISI Yogyakarta yakin Festival Lima Gunung di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bisa makin besar.
Redaktur & Reporter : Sigit Aulia Firdaus
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News