Hampir Punah, Anggrek Merapi Berhasil Dikembangkan Pemuda Boyolali

Selasa, 15 Agustus 2023 – 14:05 WIB
Hampir Punah, Anggrek Merapi Berhasil Dikembangkan Pemuda Boyolali - JPNN.com Jateng
Wilayah pembudidayaan kopi di Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Selasa (15/8/2023). ANTARA/Aris Wasita

jateng.jpnn.com, BOYOLALI - Sekelompok pemuda asal Dukuh Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah berhasil mengembangkan agroforestri di lereng Gunung Merapi.

Ketua Kelompok Karya Muda Komunitas Petani Konservasi Joko Susanto mengatakan para pemuda berhasil memberdayakan tanaman hortikultura yang bisa dijadikan penghasilan.

Dia mengatakan awalnya kelompok yang berdiri pada 2016 tersebut melakukan konservasi anggrek spesies khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang hampir punah.

"Kami kasihan waktu itu melihat anggrek Merapi itu sudah hampir punah," katanya, Selasa (15/8).

Namun, setelah memperoleh pendampingan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Karanganyar dan perusahaan swasta AQUA Klaten, saat ini sudah ada puluhan pohon anggrek Merapi yang dikembangkan oleh belasan pemuda ini.

"Anggrek ini terdiri dari 23 varian, salah satunya Vanda Tricolor. Kalau jumlah varian anggrek Merapi ini kan seharusnya ada lebih dari 130 jenis," katanya.

Dia mengatakan saat ini bersama kawan-kawannya sedang merawat puluhan pohon anggrek di dalam sebuah rumah hijau berukuran 4x6 meter.

Mereka merawat anggrek selama 1,5 - 2 tahun sebelum dilepasliarkan ke area Gunung Merapi.

"Masyarakat juga bisa membeli anggrek-anggrek tersebut dari warga, tetapi untuk dikembalikan ke Taman Nasional Gunung Merapi dan tidak bisa dibawa pulang. Tak hanya dirawat di green house, di lokasi konservasi tersebut juga ada laboratorium kultur jaringan untuk memperbanyak anggrek," katanya.

Sementara itu, bimbingan lain yang diberikan adalah budidaya tanaman kopi di lereng-lereng Merapi di luar kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Pendampingan dilakukan untuk menjaga konservasi air dan mencegah longsornya tanah.

"Selain itu, dari tanaman kopi ini bijinya bisa diolah sendiri dengan memberdayakan pemuda-pemuda yang tinggal di Desa Mriyan. Alhamdulillah pemuda di sini enggak ada yang merantau, enggak ada yang ke luar desa. Tetap masih konsisten dengan pekerjaannya sebagai tani, sebagai anak desa," katanya.

Saat ini para pemuda Desa Mriyan berhasil mendirikan Kedai Kopi Gumuk, Boyolali dengan salah satu menu minuman unggulan Gumuk Coffee.(antara/jpnn)

Tanaman anggrek Merapi yang hampir punah berhasil dikembangbiakkan oleh sekelompok pemuda di Boyolali, Jateng.

Redaktur & Reporter : Sigit Aulia Firdaus

Sumber antara
Facebook JPNN.com Jateng Twitter JPNN.com Jateng Pinterest JPNN.com Jateng Linkedin JPNN.com Jateng Flipboard JPNN.com Jateng Line JPNN.com Jateng JPNN.com Jateng

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News