Malam Ramadan Mencekam, 2 Kelompok Remaja Terlibat Tawuran, Sulasih Lunglai

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Suara gaduh penuh teriakan mengusik kenyamanan Sulasih. Wanita berusia 60 tahun ini lalu mengurungkan niatnya melayani pelanggan yang hendak makan sahur di lapak nasi ramesnya karena ada tawuran antarremaja dari dua kampung.
Laporan Wisnu Indra Kusuma, Semarang
Awal Ramadan 1443 Hijriah disambut dengan peristiwa tawuran antarremaja di depan warung milik Sulasih, di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Tawuran itu diduga melibatkan oknum remaja dari Kelurahan Tambakrejo dan Kelurahan Kaligawe.
Sulasih menyaksikan puluhan remaja yang diperkirakan berusia belasan tahun itu memadati depan lapaknya di Jalur Pantura, tepatnya di Gapura Kampung Karang Kimpul, Kelurahan Kaligawe.
Penjual nasi rames ini sama sekali tak menyangka, keributan sejak sore hari itu berlanjut hingga menjelang sahur di hari pertama Ramadan 2022, Minggu (3/4) sekitar pukul 01.00 WIB.
Sulasih menceritakan suasana malam itu begitu mencekam. Tubuhnya seketika lunglai tak berdaya.
Namun, Sulasih tetap memberanikan diri mengintip dari celah-celah warungnya.
Tawuran di awal Ramadan seolah telah menjadi tradisi di wilayah ini. Puluhan remaja kampung di pinggir kota saling unjuk eksistensi. Warga ketakutan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News