Malam Ramadan Mencekam, 2 Kelompok Remaja Terlibat Tawuran, Sulasih Lunglai

Dia tambah lemas ketika melihat puluhan remaja itu menggenggam senjata tajam di lengan. Mereka sudah bersiap untuk tawuran.
"Saya ngewel (lemas,red) lihat tawuran kemarin, kebanyakan anak-anak kecil. Celuritnya panjang-panjang, ada juga yang bawa parang," kata Sulasih saat ditemui JPNN Jateng, Selasa (5/4).
Sulasih terus memantau keadaan di depan warungnya. Dia memberanikan diri untuk terus melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Alhamdulillah, tidak sampai ada yang berdarah-darah,” imbuhnya.
Satu per satu remaja yang diperkirakan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) ini membubarkan diri.
Namun, Sulasih tetap menutup warungnya.
Niat baiknya melayani warga yang hendak makan sahur pun terpaksa dibatalkan.
Padahal, dia sudah bilang ke pelanggan tetap membuka warungnya saat jam makan sahur.
Tawuran di awal Ramadan seolah telah menjadi tradisi di wilayah ini. Puluhan remaja kampung di pinggir kota saling unjuk eksistensi. Warga ketakutan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News