Kapolda Jateng Bantah Pengerahan Ribuan Polisi & Penyerbuan Masjid di Desa Wadas

"Makanya polisi berjaga di depan masjid. Coba lihat videonya, posisi polisi membelakangi masjid, karena anggota kami melakukan penjagaan agar tidak terjadi benturan antara pihak pro dan kontra. Framing di media kan kami menyerbu masjid, enggak ada itu. Tidak ada kejadian pengepungan masjid," tegasnya.
Informasi bahwa polisi menculik warga juga tidak benar. Luthfi menerangkan, salah satu warga Wadas itu diamankan karena diduga melakukan tindakan provokasi.
"Tidak ada penculikan, kami amankan yang bersangkutan dan kami periksa. Istrinya juga tahu. Dia punya akun untuk menyebarkan provokasi. Hasil pemeriksaan ada," ucapnya.
Beredar pula video yang menunjukkan polisi masuk ke rumah-rumah warga dan menangkapi warga dengan paksa.
Yang terjadi di lapangan, kata dia, terjadi gesekan antara warga pro dan kontra, dan warga kontra dikejar-kejar oleh warga yang menginginkan tanahnya dilakukan pengukuran.
"Jadi kami amankan ke Polres, setelah ini akan kami kembalikan ke masyarakat," imbuhnya.
Luthfi menegaskan, semua kegiatan yang dilakukan di Wadas oleh pihak kepolisian sudah sesuai SOP. Tidak ada penembakan, tidak ada kekerasan yang dilakukan.
"Kami bertindak sesuai SOP dalam memfasilitasi BPN untuk kegiatan pengukuran di Desa Wadas," tandasnya. (mar4/jpnn)
Kapolda Jateng memberikan bantahannya terkait kabar pengepungan di Desa Wadas oleh ribuan polisi bersenjata lengkap.
Redaktur & Reporter : Sigit Aulia Firdaus
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News