Bulog Banyumas Belum Berani Serap Hasil Panen Petani, Ini Alasannya

Selasa, 09 Januari 2024 – 13:16 WIB
Bulog Banyumas Belum Berani Serap Hasil Panen Petani, Ini Alasannya - JPNN.com Jateng
Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyumas Rasiwan. ANTARA/Sumarwoto

jateng.jpnn.com, BANYUMAS - Perum Bulog Cabang Banyumas menyiapkan rencana aksi penyerapan cadangan pangan saat panen raya di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Jawa Tengah, yang diperkirakan berlangsung pada April.

"Kemarin habis dibahas di raker (rapat kerja) termasuk nanti siang dengan Kantor Pusat Perum Bulog untuk penyerapan atau pengadaan pada 2024," kata Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyumas Rasiwan, Selasa (9/1).

Dia mengatakan rencana penyerapan atau pengadaan cadangan pangan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dinamika maupun hal-hal yang menjadi tantangan seperti produktivitas, harga, kualitas, dan jenis.

Menurut dia, pihaknya telah mengantisipasi permasalahan tersebut dengan menyiapkan konsep di tingkat kantor cabang.

"Dari pantauan kami di wilayah Banyumas Raya, saat ini hingga akhir Januari di Cilacap sudah ada yang panen, yakni di Kecamatan Maos," katanya.

Kendati demikian, dia mengakui harga gabah hasil panen petani saat ini masih tergolong tinggi karena untuk gabah kering panen (GKP) mencapai Rp 7.000 per kilogram dan gabah kering giling (GKG) sebesar Rp 8.000 per kilogram.

Menurut dia, harga tersebut jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP), yakni GKP di tingkat petani sebesar Rp 5.000 per kilogram dan GKP di tingkat penggilingan Rp 5.100 per kilogram, sedangkan GKG di tingkat penggilingan sebesar Rp 6.200 per kilogram dan GKG di gudang Perum Bulog Rp 6.300 per kilogram.

"Kami nanti menyiapkan opsi-opsi bagaimana bisa menyerap untuk cadangan pangan. Ini sedang kami koordinasikan, nanti minggu ini saya insyaallah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk rencana penyerapan cadangan pangan di saat panen raya yang diperkirakan akan berlangsung pada April," katanya.

Bulog Banyumas mengaku belum berani menyerap hasil panen padi petani di wilayah setempat. Ini alasannya.
Sumber antara
Facebook JPNN.com Jateng Twitter JPNN.com Jateng Pinterest JPNN.com Jateng Linkedin JPNN.com Jateng Flipboard JPNN.com Jateng Line JPNN.com Jateng JPNN.com Jateng

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News