Ribuan Truk Lalu-Lalang di Pelabuhan Semarang, Tetapi Hanya 62 yang Miliki STID

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, meminta pengusaha angkutan barang atau truk segera mendaftar pemberitahuan melakukan kegiatan usaha (PMKU).
Kepala KSOP Semarang Weku Frederik Karuntu mengatakan pendaftaran tersebut untuk memperoleh identitas tunggal truk atau single truck identification data (STID).
"Sistem ini untuk mempermudah pelaku usaha dalam berkegiatan di pelabuhan," katanya saat membuka Musyawarah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (29/9).
Weku menyampaikan hingga saat ini baru empat perusahaan yang sudah mengurus PMKU di KSOP Tanjung Emas.
"Sebenarnya sudah ada delapan perusahaan yang mendaftar, tetapi empat lainnya masih harus melengkapi persyaratan," katanya.
Dia menyebut dari empat perusahaan yang sudah menyampaikan PMKU, terdapat 62 truk yang sudah mengantongi STID.
"Masih banyak pengusaha angkutan barang yang belum mendaftar PMKU," tuturnya.
Berdasarkan data Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tercatat rata-rata 1.100 truk yang keluar masuk untuk mengangkut kontainer.
KSOP Pelabuhan Tanjung Semarang meminta pengusaha truk untuk segera PMKU untuk memperoleh STID. Jika tidak, siap-siap saja.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News