Tinjau RUSPIN di Desa Bedono, Ganjar: Solusi Buat Warga yang Tidak Mau Direlokasi

Ganjar menyebut sebelumnya ketika belum dipanggung, rumah warga acap kali terkena terjangan rob.
"Terus kemudian diurug dan rumahnya tinggal pendek. Sekarang dinaikkan sekalian, kira-kira dari tanah 1,5 meter, jadi cukup tinggi," ujarnya.
Model bantuan ruspin tersebut merupakan bentuk gotong royong antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
"Jadi kami bantu untuk yang tidak mampu terus dibuatkan seperti itu dengan RUSPIN dan itu bisa dikerjakan sehari dirakit," ujarnya.
Masyarakat menyediakan lahan dan bergotong royong membuat pondasi rumah dengan seharga Rp 10 juta.
Bantuan dari Pemprov Jateng untuk satu unit ruspin senilai Rp 50 juta. Total ada 34 rumah yang dibangun di Desa Bedono.
"Sehari dirakit tinggal di tengah sela-selanya diisi bata. Dengan cara itu nanti jadinya kayak gini, ini contoh yang sudah jadi. Nanti terserah di dalamnya, keluarga sambil mengembangkan, lebih lega, lebih sehat dan adaptif," tuturnya.
Rohmi (36), seorang penerima bantuan RUSPIN di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mengaku sangat senang karena dapat memiliki rumah yang layak huni.
Ganjar Pranowo meninjau program bantuan Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN) di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (14/3).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News