Kementerian PUPR Disemprit Yayasan Lasem Heritage, Revatalisasi Cagar Budaya Tak Sesuai DED

Hengky salah seorang anggota Paguyuban Toko Eyang Sambu yang baru dibentuk Januari 2022 menyampaikan bahwa pembangunan yang berlangsung di depan tokonya menimbulkan banyak pertanyaan.
Pasalnya, kegiatan tersebut dimulai tanpa ada sosialisasi kepada warga terdampak.
“Kami ingin tahu seperti apa jadinya, bagaimana nanti parkirnya, gimana ini teman-teman toko lain bisa bongkar muat barang di muka toko? Belum lagi bongkar sana bongkar sini berulang kali. Selesai diuruk, bongkar lagi, uruk lagi, bongkar lagi," ujarnya.
Perwakilan warga mengaku tidak mendapat sosialisasi terkait Paket pekerjaan Penataan Kota Pusaka Lasem ini. Sebelumnya, mereka hanya mendapat surat edaran dengan himbauan mohon untuk bisa menjadikan maklum tertanggal 4 November 2021, sedangkan kegiatan pekerjaan telah dimulai sejak September 2021. (antara/jpnn)
Revitalisasi Kota Lasem oleh Kementerian PUPR mendapat kritikan warga di Heritage itu.Selain tak ada sosialisai, revitalisasi ini juga tak ramah cagar budaya.
Redaktur & Reporter : Sigit Aulia Firdaus
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News